Fadil, Bocah Asal Cianjur Meninggal Akibat Menderita Anemia Aplastik


Perkenalkan, Muhammad Fadil Burhanudin, bocah berumur sepuluh tahun yg mesti berjibaku, berjuang melawan penyakit yg dideritanya sampai akhirnya dia mesti berpulang. Fadil, demikian dirinya akrab disapa, didapati mengidap penyakit Anemia Aplastik yg baru dideteksi satu bulan sebelum beliau mendapat perawatan intensif di rumah sakit.

Anemia Aplastik merupakan sebuah keadaan sum-sum tulang badan berhenti memproduksi sel-sel darah baru yg cukup. Tak seperti anemia terhadap rata rata, pada anemia aplastik ini tak cuma sel darah merah yg berhenti produksinya, akan tetapi serta sel darah putih (leukosit) & trombosit. Oleh lantaran itu keadaan ini dinamakan sbg pansitopenia.

Muhammad Fadil Burhanudin adalah putra ke-2 dari lima bersaudara dari pasangan Hendra Purnama (51) & Wiwin Winarsih (39) warga Kampung Pasarean RT/RW 01/12, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur yg menderita Anemia Aplastik.


Bocah yg didapati pernah duduk di bangku kelas V SD Widuri Kencana, Pasarean itu sehari-hari mesti menahan rasa sakit akibat penyakit Anemia Aplastik yg dideritanya. Bahkan pihak keluarga baru mengetahui penyakitnya tersebut sejak beberapa bulan terakhir.

Sampai akhirnya Jumat (4/3) tempo hari, seputar pukul 05.00 WIB usai adzan subuh, Fadil mengehembuskan nafas terakhirnya sesudah memperoleh perawatan intensif selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur.

Kala disambangi di kontrakannya pada Senin (7/3) tempo hari, sang ayah, Hendra Purnama yg tetap kelihatan tidak percaya sudah kehilangan sosok putranya itu mengungkapkan, Fadil paling sering mengeluh sakit di bagian kepala. Beliau yg mau sekali membawa putranya berobat itu mengaku tidak punyai cukup biaya.

“Kerja saya cuma kuli bangunan, istri saya cuma ibu rumah tangga. Kalau dapat uang, mungkin hanya cukup untuk bayar kontrakan, biaya sekolah anak-anak dan kebutuhan lainnya,” ucap Hendra pada Radar Cianjur.

Hendra & Wiwin yg mengaku awam dalam dunia medis mengaku pernah ragu-ragu diwaktu Fadil hendak dirawat di RSUD Cianjur selama sebelas hari, yaitu pada 27 Januari sampai 5 Februari 2016, sebab khawatir tidak sanggup membayar anggaran berobatnya. Biarpun telah mempunyai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Hendra masih saja tidak merasa tenang.

“Tapi kami dibantu dan diarahkan oleh pa Asta dari Paguyuban Paduli Cianjur. Sebelumnya, kami dibawa ke dr. Mien Suranto. Setelah diperiksa, kami direkomendasikan berobat ke dokter spesialis anak. Setelah itu, kami dirujuk ke RSUD Cianjur,” terang Hendra.

Kini, sesudah Fadil berpulang, Hendra & Wiwin tinggal dengan keempat anak yang lain, yaitu Salsabhil Nur Octafiany (12), Sadan Alamsyah (8), Faridah Nurahman (6) & Muhammad Andi Saputra (3). Fadil yg senang sepak bola & kerap berada di peringkat tiga besar di kelasnya itu saat ini dimakamkan di pemakaman wakaf tidak jauh dari rumahnya.

Sang ibunda, Wiwin menginginkan supaya peristiwa yg menimpa putra tercintanya itu tidak dialami oleh anak-anak yang lain. Dirinya serta mengaku telah ikhlas melepas kepergian Fadil yg telah berjuang melawan penyakit langka yg dideritanya.

“Cukup kami saja yang mengalami, jangan sampai ini dialami juga oleh keluarga lainnya. Semoga kita bisa memetik hikmah dari kejadian ini. Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu kami,” ucap Wiwin berusaha tegar.

0 Response to "Fadil, Bocah Asal Cianjur Meninggal Akibat Menderita Anemia Aplastik"

Posting Komentar